Senin, 10 September 2007

PETUALANGAN SUARA IWAN FALS [part 1]

Bagi penggemar Fals dari awal karir nya pasti udah mengenal karakter suara nya yang selalu berubah-rubah disetiap album [periode 1979-1989].
Mula – mula ia bernyanyi dengan tehnik yang “keliru” lama kelamaan ia pun menemukan warna yang pas semua itu lewat sebuah “petualangan” dan “siasat”.

Perjalanan karir nya yang sangat panjang, banyak menggeser konsepsi berkeseniannya [baca : gaya suaranya]

Album periode awal ’79-‘80

Bagi kalian yg punya album AMBURADUL [perjalanan/3 bulan] Yang Muda Yang Bercanda, Canda Dalam Ronda, Canda Dalam Nada bahkan yang punya rekaman waktu di Radio EH 8 bandung. Pasti udah paham gimana Iwan bernyanyi, suara yg cempreng juga tipis bahkan di lagu 3 Bulan suaranya ngga sampe ke range  tinggi yg menyebabkan suara seperti kecekik [suara mengecil tiba2], mungkin ia terbiasa dengan improvisasi waktu mengamen dulu.

Album periode ’81- ‘89

 Setelah masuk ke Musica studio ’81 Iwan lebih disiplin dalam  bermusik ini dituntut karena pada album dibawah label tersebut konsep bermusiknya lebih ngeband. Suara Iwan tak begitu luas, masuk dalam jajaran baritone yang mendekati tenor cukup melodius kalo ibarat makanan materi suaranya kering, gurih, renyah dan tak hambar [Sarjana Muda] .

Dan album Opini materi suaranya masih tetap ngga jauh berbeda [musik oleh WillySoemantri kecuali lagu Galang oleh Ian Antono].

Memasuki album Sumbang disini baru berasa suara yg cukup melodius tiba2 berubah menjadi garang dan penuh amarah dengerin lagu Puing pada album ini musik digarap oleh Ian Antono kecuali Tampomas II musik oleh Willy Soemantri.

Iwan menyimpan semacam kegelisahan dalam bermusiknya sehingga setiap album pasti ada perubahan baik dari sisi musik maupun vocal.

Album Sugali dimana album ini Iwan menggarap musik nya sendiri, suaranya semakin kuat dan matang meskipun dalam beberapa lagu ia melepas teriakan dalam akhir lagunya simak lagu Azan Subuh Masih ditelinga sedikit sengau. Dan lagu Serdadu yg menyelipkan teriakan yg sangat khas Iwan.

Album Barang Antik, Iwan sedikit merubah tehnik suaranya yg lebih berat dan serak coba dengerin Kumenanti Seorang Kekasih. Musik masih digarap oleh Willy Soemantri.

Bahkan di single Percayalah Kasih pun ia gunakan dimana kata Mas JSOP, Iwan menaruh Micropone dibawah pintu studio waktu rekaman take vocal lagu tersebut.

Di setiap album Iwan selalu menyelipkan ciri khas nya hanya dengan iringan gitar bolong dan Harmonika seperti lagu Bangunlah Putra Putri Pertiwi [Sarjana Muda], Jangan Bicara [barang Antik] Intermezzo [Sore Tugu Pancoran]

Dalam kaitan lirik lagu Iwan terhitung yang paling jempolan seperti alm Gombloh dalam komposisi lirik nya banyak berdasar pada bentuk prosa lama yang mendahulukan kaidah estetika bunyi seperti a-a / b-b atau a-b / a-b .Memang tepat sekali apa yg dilakukannya karena sangat terasa keindahan bunyi yang disuarakannya. Apalagi dibarengi penghayatan yg penuh greget dgn lirik yg genit, nakal dan liar.

Album Sore Tugu Pancoran musik Willy Soemantri suara Iwan udah mulai terasa tebal udah ngga cempreng lagi, tapi tetap masih mengunakan spontanitas. Era ini adalah masa transisi suara Iwan yg meninggalkan tehnik lamanya yg mengumpulkan nafas didada untuk kemudian bernyanyi lewat tenggorokannya yang angkuh, kadar resonansi nya terlalu kehidung sehingga materinya menipis dan sengau . itu digunakan tak hanya pada interval suara yg tinggi bahkan pada suara yg rendah pun ia gunakan tehnik tersebut dengerin album Sumbang dan Opini deh.

Inilah keliaran suara Iwan mulai ditangkap oleh Ian Antono, pada lagu Ethiopia suara nya sangat luas . Sebenar nya album Ethiopia tidak digarap Ian antono sepenuh nya hanya di lagu Ethiopia Ian sebagai aranjer, selebih nya Iwan dkk lah yg mengaransir lagu2 didalam album tersebut. Suara dalam lagu2 nya sangat bulat dan berat, kadang Iwan berteriak yang sangat sengau [seperti orang bindeng] diakhir lagu Berandal Malam di bangku Terminal.

Album Aku Sayang Kamu dimana suara Iwan lebih Pop dan manis mungkin album ini di aransemen oleh Bagoes AA yg dikenal lewat popjazz nya, tapi sang aranjer pun tak lupa memasuki irama country simak pada lagu Yahu,,ha,,he,,ha, dan dibaluti irama pop bosas pada lagu Lho.

Setelah berpop manis akhir Iwan bertemu dgn kawan2 lamanya Dama Gaok [player banjo dalam album Barang Antik] serta Maman Piul  membentuk Kelompok Kereta dalam Album Lancar, Nenekku Okem.  Disini suara Iwan seakan kembali ke awal karir nya  tipis namun tidak cempreng dan sedikit sengau, mungkin musik yang membalutinya dalam irama Country yg sangat kuat.

Album Kelompok Penyanyi Jalanan / KPJ suara Iwan pun masih tetap seperti dua album sebelumnya, kalo menurut perkiraan gw suara Iwan dipengaruhi oleh apa pembalut musik dan aranjer pada lagu2nya. Kalo rada country suaranya sedikit cempreng dan sengau karena teknik yg digunakan, agak Pop suara Iwan agak tebal dan cukup manis dan kalo dibaluti musik Rock suaranya lebih luas dan ia dapat mencapai interval yg sangat tinggi.

Album Wakil Rakyat, Iwan kembali ke arranger Bagoes AA, karena di periode ini Iwan berteman dengan Bagoes AA dan K3S bahkan sempat membuat lirik di album K3S . Suara Iwan makin Kuat makin berisi meski musik nya bernuansa Pop balada tapi karakter yang ditimbulkan sangat kuat, suaranya tak lagi cempreng seperti dulu mungkin Iwan udah menemukan teknik bernyanyi yang baru. Lagu
PingPong sangat pas dan jenaka.

Beralih ke Rock

Mungkin kita ngga menyadari, sebenar nya Iwan sudah melakukan hal ini sejak dulu, lagu Bangunlah putra-putri pertiwi[ sarjana muda], Puing [sumbang], Siang Seberang Istana [sugali], Kota [Aku sayang kamu], Nelayan [lancar]. Iwan sudah mengeluarkan suara nya dengan full.

 
album 1910 album yg ditangani arranger bertangan dingin Ian Antono, sebenarnya ini bukan awal kerjasama Iwan dan Ian, sejak lagu Galang [opini ‘82], album sumbang dan lagu Ethiopia.  Ian lah yg menangani semua musiknya. Baru dialbum ini Ian Antono total mengaransir semua lagu dan memainkan instrument didalamnya. Suara Iwan pun semakin mantap bisa mencapai ke range yg lebih tinggi dan luas, suara yang t
ebal dan dan nggak cempreng. Power yang menghentak-hentak seperti lagu Balada orang2 pedalaman bahkan bisa lembut pada lagu Ibu. Nyatanya Ian Antono telah menemukan sebuah formula untuk menangkap keliaran suara Iwan Fals, Ian dituntut untuk untuk menghasilkan gaya bernyanyi yang beda dari sebelumnya. Ian antono pun memasukan cirri khas nya dalam melakukan Backing vocal yang menggunakan suara falsetto Ian Antono pada koor yg menggunakan 8 sampai 12 track, bisa disimak pada lagu Mimpi yang Terbeli dan 1910 melengking tajam dan mengutamakan ketebalan suara yang sangat eksotis.

Kedekatan Iwan Fals dan Ian Antono pun berlanjut ke materi album berikut nya MATA DEWA, disinilah album Masterpiece tercipta. Udah pada tau lah gimana album ini membawa Iwan ke popularitas yg lebih tinggi, gaya bernyanyinya pun berubah dimana resonansi suaranya tak lagi kehidung. Coba simak :

  1. Puing [sumbang] dengan Puing [matadewa]
  2. Berkacalah Jakarta [sugali] dengan berkacalah Jakarta [matadewa]
  3. Yang terlupakan [sarjana muda] dengan Yang terlupakan [matadewa]
  4. Timur Tengah II [aku sayang kamu] dengan Timur Tengah II [matadewa]
  5. PHK [wakil rakyat] dengan PHK [matadewa]

Terlihat jelas perbedaan nya pada album mata dewa sangat mendominasi ketebalan suara dan sound yang keras dan enerjik. Apalagi lagu Air Mata Api suara Iwan sangat menjangkau pada interval suara yg tinggi, mungkin sekarang Iwan ngga bisa lagi menjangkau itu pada saat sekarang.

Bersambung ke halaman berikut part 2 era '89 - sekarang [belum ditayangkan]

by : dOeL

for : jamesdoel.multiply

16 komentar:

  1. wah rajin kamu ini ya..sampai detail..salut deh gua kasih bintang lima

    BalasHapus
  2. Gue suka Iwan setelah Album Matadewa, sebelumnya, gue rasa suaranya kurang mantabs

    BalasHapus
  3. yoi, setelah matadewa suara nya udah stabil dan mantaaaaabbs, tapi inilah perjalanan nya harus begitu..selalu berubah kearah yg baik.[gw sih seneng suara yg masih cempreng sebab saat itu lagu2 nya banyak yg spontan , satir dan jenaka kalo stelah '89 suaranya memang tampak gagah , jantan dan macho]

    BalasHapus
  4. kalo aku suka semuanya, yang lama unik....yang baru...setuju mantabbbbbbbb....

    BalasHapus
  5. Akhirnya.. lama aku nunggu tulisanmu tentang ini Doel (promosinya sudah jauh hari, baru sekarang tayang disini) hehehe. Bagus Doel...

    BalasHapus
  6. maklum , banyak yg harus di perbaiki dan baru sempet ditayangkan [duileh pelem ditayangkan:P]

    BalasHapus
  7. kereeeeeeeenn...mas doel hebat kali karyanya.

    BalasHapus
  8. muantep buangeeettttt bosss tkank zz??

    BalasHapus
  9. tolong cariin lagu kapal bau pesing donk!!!!! plizzzz dech.....

    BalasHapus
  10. kapal bau pesing liriknya ada di iwanfalsmaniablogspot tuh...

    BalasHapus
  11. Ada yg bisa bantu gak, aku lg nyari mp3 album Dalbo
    mhn beritau aku pls....YM :rendra_mp@yahoo.com. Nuwun ya..

    BalasHapus
  12. beli di toko CD aja masih banyak kok cuman 30 rebu rupiah

    BalasHapus
  13. hehehe betul. masa bang Iwan mau kita bajak juga sih...

    BalasHapus
  14. kalo ada ti toko buat apa mp3 nya :D

    BalasHapus